Sanksi Mendidik ala SMPN 17 Mataram

2025-08-04 09:30:36

MATARAM-Cara unik dilakukan SMPN 17 Mataram dalam membina kedisiplinan siswa. Mereka yang melanggar aturan kerapian rambut dicukur gratis di sekolah. Mereka juga ditunjuk menjadi petugas upacara. Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati mengatakan, tindakan ini merupakan upaya membangun tanggung jawab dan disiplin siswa. “Rambut siswa kita cukur agar rapi, dan mereka langsung kami tunjuk sebagai petugas upacara Senin depan,” ujarnya, kemarin (1/8). Para siswa yang sebelumnya berambut panjang telah diingatkan untuk memangkas rambut. Karena tak kunjung dilakukan, guru kemudian mencukur rambut siswa di sekolah secara rapi dan hati-hati. “Ini bukan sekadar soal rambut, tapi pembinaan karakter. Dengan jadi petugas upacara mereka akan belajar pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama,” lanjut Hartati. Sanksi mendidik ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mendorong siswa untuk lebih taat pada tata tertib sekolah, khususnya dalam hal penampilan. Waka Humas SMPN 17 Mataram H Saifudin Zohri menambahkan, potong rambut sejumlah siswa dilakukan secara gratis oleh guru. “Mereka (siswa) bukan bandel, mungkin tidak ada uang untuk potong rambut,” ujar Saifudin. Guru yang mencukur rambut siswa sudah memiliki keterampilan dalam memotong rambut. Bahkan kemampuannya tidak diragukan. Ia menegaskan, anak-anak tersebut sebenarnya tidak pernah bolos dan tetap rajin sekolah. “Mereka hanya terlambat potong rambut. Jadi kami bantu cukur dengan baik,” tutur Saifudin. Dengan pendekatan edukatif seperti ini, pihak sekolah berharap tak ada lagi siswa SMPN 17 Mataram yang berambut panjang dan melanggar aturan kerapian.